Monday, January 17, 2011

Api Zionis

Palestin
Tanah berdebu di Asia Tengah
Ditakdirkan menjadi sobekan-sobekan walang
Dipanggang perih bara bernama perang
Tanah keringmu garing dalam marak nyala silih berganti
Ratusan ribu nyawa melayang, jutaan pula jiwa meronta
Padang kontang langit kelabu tersangkut di bahu gunung-gunungmu
Menjadi saksi kesakitan abadi dekad ke dekad sengsara berselirat.

Palestin
Cerita nestapamu bilakah akan terhenti
Ketika anak-anak kecilmu ditewaskan, ibu-ibu tua dirundung rawan
Perebutan ini jahat, api kekejaman di mana-mana melarat
Rintih duka, rawan hiba menjadi kolaj comot tergantung di birai sejarah
Sejarah mengalir dalam merah darah cair
Para pahlawanmu pergi tak pulang di bawah runtuhan gelimpangan
Lelaki tua raungnya hilang suara, zionis menjalarkan cakarnya mengoyak pusaka.

Palestin
Aduh Palestin yang mengaduh
Perlindungan itu bukan untukmu, pembelaan itu tertangguh lagi di lidah kelu
Bangsa-bangsa Bersatu itu bisu, Bangsa-bangsa Bersatu telah batu
Satu suara tak pun kedengaran betapalah sirna ia di puncak menara
Seratus suara dikelamkan muslihat digulung dilipat di sidang khianat
Dari silang bumbung perjuangan tak terpeduli rempuhlah Palestin
Biar luka berderai biar tubuh berkecai, telah kematian simpati, telah lesu di sana kemanusiaan yang terperi.

Aku tahu letihmu amat mengerah kudrat menyongsong angin berat
Aku mahu nyanyikan lagu untuk saujana tanah abadimu yang kaurindu
Pada malam-malam bening di bawah langit pekat yang tiba-tiba berapi dari neraka
Aku mula mendengar tempik pahlawanmu tak terkalahkan
Mereka menyerbu, merempuh soldadu dalam ronta kepayahan
Para mujahidmu oh kaulepaskan saat sekelilingmu mengecilkan diri
Palestin kami bersamamu kami dahan untuk pautmu
Sedang sempadan rakus mereka koyak kami di sini bersama mengirimkan esak.

Palestin, Palestin, Palestin
Kami di sisimu izinkan meriba nestapa purba
Ingin benar kami membalut semua luka sukma
Api Zionis itu sambarnya sinis
Cengkam bumi kalbu dan batinmu terhiris
Palestin, Palestin, Palestin
Teguhkan azam kentalmu, bentengkan juga sempadan terakhirmu
Kutahu keimanan ketaqwaan tak pernah goyah tak akan terpatah,dan, Palestin katakan:
“KAN KUPADAMKAN SELAHAPNYA
API KEANGKUHANMU ITU !!!”


Ciptaan
PROFESOR MADYA DR. LIM SWEE TIN
2009

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...