Monday, October 10, 2011

Permohonan Si Miskin Dan Si Kaya

Nabi Musa 'Alaihissalam memiliki umat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka pula panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin.

Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa 'Alaihissalam. Dia begitu miskin hinggakan pakaiannya kelihatan compang-camping dan sangat lusuh berdebu.

Si miskin itu kemudian berkata kepada Nabi Musa 'Alaihissalam, "Wahai Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah S.W.T permohonanku ini agar Allah S.W.T menjadikan aku orang yang kaya,".

Nabi Musa 'Alaihissalam tersenyum dan berkata kepada orang itu, "Saudaraku, perbanyakkanlah kamu bersyukur kepada Allah S.W.T,".

Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu dia berkata, "Bagaimana aku mahu banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja..!!". Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa 'Alaihissalam. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Dia berkata kepada Nabi Musa 'Alaihissalam, "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu,".

Nabi Musa 'Alaihissalam pun tersenyum, lalu baginda berkata, "Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah S.W.T.".

"Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Alah S.W.T ? Allah S.W.T telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah S.W.T telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya..??" jawab si kaya itu.  Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya.

Kemudian yang terjadi adalah si kaya itu semakin Allah S.W.T tambah kekayaannya kerana dia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah S.W.T mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena dia tidak mahu bersyukur kepada Allah S.W.T.

Catatan Penulis :

Allah Taala tidak pernah berhajat kepada makhluk-Nya dan tiada kekurangan apa-apapun pada zat-Nya sekalipun mereka tidak mahu bersyukur di atas segala pemberian.

Firman Allah Taala  dalam Surah Luqman ayat 12 yang bermaksud:

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.".

1 comment:

! AzzaAzman @ Chempaka Sari ! said...

Ya Allah bagusnya cerita ni sangat sangat memberi pengajaran... orang yang bersyukur ni jarang rasa tak cukup kan? sebab tu rezeki dia bertambah je...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...